5 Ciri Baterai HP Tanam Rusak yang Sering Diabaikan, Waspada Sebelum Meledak!

Ilustrasi smartphone dengan baterai tanam yang retak dan kembung di dalamnya, dikelilingi ikon-ikon seperti api (HP panas), grafik tidak stabil (persentase baterai loncat), dan tanda larangan (HP mati sendiri), menunjukkan ciri-ciri baterai HP rusak
Waspada jika HP Anda menunjukkan tanda-tanda ini! Baterai yang rusak tidak hanya mengganggu, tapi juga berbahaya

Baterai tanam (non-removable) kini menjadi standar di hampir semua smartphone Android terbaru. Meski terlihat lebih rapi dan membuat bodi HP makin tipis, baterai jenis ini memiliki tantangan tersendiri saat mulai mengalami kerusakan. Karena posisinya di dalam casing, seringkali pengguna tidak sadar bahwa baterai mereka sudah mulai soak.

Jika dibiarkan, baterai yang rusak tidak hanya mengganggu aktivitas, tapi juga berisiko merusak komponen lain seperti layar (LCD) hingga risiko meledak. Berikut adalah ciri-ciri baterai HP tanam mulai rusak yang wajib Anda kenali:

1. Persentase Baterai "Meloncat" Secara Drastis

Ciri yang paling umum adalah indikator baterai yang tidak stabil. Pernahkah Anda melihat baterai masih 80%, namun dalam 5 menit tiba-tiba merosot ke 40%? Atau sebaliknya, saat di-charge angka langsung naik drastis?

Jika ini terjadi, kemungkinan sel kimia di dalam baterai sudah tidak mampu menyimpan daya dengan stabil. Sebelum memutuskan ganti baterai, Anda bisa mencoba langkah Cara Kalibrasi Baterai HP yang Error yang sudah pernah saya bahas sebelumnya untuk memastikan apakah masalahnya pada sistem atau fisik.

2. HP Sering Mati Sendiri (Random Restart)

Pernahkah HP Anda tiba-tiba mati saat membuka aplikasi kamera atau bermain game, padahal indikator baterai masih 30%? Ini adalah tanda kuat bahwa baterai tidak lagi mampu menyuplai tegangan listrik yang dibutuhkan saat HP bekerja berat. Masalah ini sering dikeluhkan bersamaan dengan Penyebab HP Sering Restart Sendiri yang seringkali dipicu oleh daya yang tidak stabil.

3. Suhu HP Tetap Panas Meski Tidak Digunakan

Baterai yang sudah aus seringkali mengalami arus pendek internal kecil yang menghasilkan panas berlebih. Jika HP Anda terasa hangat atau panas di area punggung meski sedang tidak digunakan (standby), segera waspadai kondisi kesehatan baterainya.

4. Casing Belakang Mulai Renggang atau Layar Terangkat

Ini adalah ciri fisik yang paling berbahaya. Baterai tanam yang rusak parah akan menghasilkan gas dan membuat fisiknya "kembung". Karena ruang di dalam HP sangat sempit, baterai yang menggelembung akan mendorong casing belakang hingga renggang atau bahkan menekan layar LCD dari dalam hingga muncul bercak putih.

5. HP Hanya Bisa Hidup Sambil Di-charge

Jika smartphone Anda langsung mati seketika saat kabel charger dilepas, itu tandanya baterai sudah benar-benar "mati total". Dalam kondisi ini, baterai hanya berfungsi sebagai perantara arus listrik tanpa mampu menyimpannya sama sekali.


Tips Merawat Baterai Agar Tidak Cepat Rusak

Agar baterai tanam Anda bisa bertahan hingga bertahun-tahun, pastikan Anda menerapkan pola pengisian yang benar. Saya sudah merangkum panduan lengkapnya di artikel Tips Merawat Baterai HP Agar Awet agar Anda tidak perlu sering-sering ke tempat servis.

Kesimpulan: Jangan menunggu hingga baterai benar-benar kembung atau merusak layar LCD. Jika Anda mengalami minimal dua dari ciri-ciri di atas, segera lakukan pengecekan ke teknisi profesional. Mencegah kerusakan lebih dini jauh lebih murah daripada harus mengganti perangkat baru.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak